Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Merawat Luka yang Sama

[PUISI] Merawat Luka yang Sama
ilustrasi perempuan bersedih (pexels.com/JangJ Atthaniti)
Share Article

Ada yang hadir di sela-sela sepi yang terbiasa mendiami
Membawa warna biru muda yang menenangkan
Lantas kupikir kali ini berbeda dengan biru yang sebelumnya
Nyatanya aku lagi-lagi keliru menerjemahkan warna

Yang hadir kini berbeda, tetapi membawa luka yang sama
Sepi yang sempat mangkir kala ia datang
Kini justru dihujani luka yang sakitnya tiada tara
Luka yang belum sempat sembuh pun kian menganga

Salahku memang memupuk apa yang belum tentu bisa bertepuk
Merawat rasa suka yang bahkan hadirnya tiba-tiba
Menjamu tamu dengan segala suguhan meski tak tahu apa maksud kedatangannya
Membiarkan ia berdiri di tempat yang sama yang bekasnya masih ada

Semua terjadi begitu saja tanpa bisa kupahami
Tentang engapa setiap yang datang selalu membawa luka
Tak bisakah mereka menawarkan cinta yang bahkan tak pernah kurasakan tulusnya?
Tanpa harus membuatku kembali merawat luka yang tak tahu kapan sembuhnya

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team