Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Genggaman Diri di Tengah Malam

[PUISI] Genggaman Diri di Tengah Malam
ilustrasi perempuan bertahan (pexels.com/RDNE Stock project)
Share Article

Angin dingin membelai puncak kepala
Malam menjerat bersama penantian hilangnya beban
Akankah segalanya menemukan cahaya
Karena aku sudah di titik ambang batas kelelahan

Napasku tersenggal meminta jeda
Bahuku berat tanda minta bantuan
Tapi apakah yang bisa dilakukan
Jika kutahu bahwa berbagi cerita justru menambah masalah

Pintu maaf pada diri mulai kuketuk
Inginku bersimpuh pada diri yang jarang kupeluk
Barangkali selama ini ia menunggu
Akan hadirku yang sama sekali tak pernah utuh

Jika pagi kembali menyingsing dengan harapan
Aku ingin kembali hadir dengan genggaman
Bahwa malam mungkin terasa panjang
Tapi tak ada yang benar-benar abadi, termasuk kesedihan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team