Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Anak Kecil Itu Sudah Mati
ilustrasi anak laki-laki miskin (pexels.com/Milan Rout)

Anak kecil itu sudah mati
Hilang ditelan kerasnya dunia
Sebab, sejak rumah kehilangan seorang ayah
Ia kehilangan tempat untuk menjadi anak-anak

Anak kecil itu sudah mati
Tak ada lagi yang bertanya bagaimana harinya
Semua mengira ia baik-baik saja
Hanya karena ia tak lagi banyak meminta

Anak kecil itu sudah mati
Terlalu lama dipaksa berdiri sendiri
Belajar menelan tangisnya, menyembunyikan lukanya
Hingga lupa rasanya menjadi seseorang yang boleh bersedih

Anak kecil itu sudah mati
Bukan karena ia berhenti bernapas
Melainkan karena terlalu lama bertahan
Tanpa pernah merasa benar-benar diselamatkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎