Pada ranting yang retak oleh bara
Seekor burung menggenggam sisa harap
Paruhnya membawa sepotong ranting
Seolah rumah bisa disusun dari ingatan

Di bawahnya buah-buah luruh sebelum matang
Serangga kehilangan celah untuk bersembunyi
Sungai mengalir dengan warna yang asing
Menghanyutkan rahasia di dasar arus

Jauh dari sana ada yang terus menari
Merangkai janji di atas permukaan meja
Tak terdengar bunyi kepak yang kebingungan
Tak terlihat sarang yang kehilangan penghuni

Waktu boleh saja memulihkan warna
Dan musim kembali menumbuhkan bunga
Hingga ketika rindu menemukan tempat bertengger
Namun sarang itu telah berubah menjadi abu