Sudah kuberi seluruh terang,
hingga diriku kehilangan siang.
Namun, di matamu yang terus bimbang,
setelah segalanya, aku tetap kurang.

Kupeluk luka agar kau bertahan,
kuredam kecewa tanpa perlawanan.
Namun, cinta meminta kesempurnaan,
sedang aku hanya punya ketulusan.

Pernah kukira cukup berarti utuh,
ternyata cintamu meminta lebih penuh.
Aku mengejar sampai langkahku rapuh,
demi menjadi seseorang yang kau butuh.

Kini kubiarkan yang pergi menghilang,
tak semua kehilangan harus diperjuangkan.
Jika menjadi diriku selalu terasa kurang,
mungkin bukan aku yang harus dikurangkan.