Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bumi yang Dipaksa Diam
ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Engin Akyurt)

Bumi menjerit tanpa suara,
Hutannya gugur, langit terluka.
Manusia berpaling menutup mata,
Seolah nestapa bukan miliknya.

Sungai mengering, laut meradang,
Pohon tumbang, tanah pun gersang.
Alam menanggung luka yang panjang,
Sementara janji sekadar bayang.

Bumi tak bisu, hanya dipaksa,
Menelan amarah yang kian tersisa.
Di balik tenang, tersimpan bencana,
Menunggu waktu untuk bicara.

Kelak saat Bumi berhenti memberi,
Akankah manusia kembali mengerti?
Bahwa alam bukan untuk disakiti,
Melainkan rumah yang harus dijaga sepenuh hati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎