Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Dari Puan untuk Tuan

[PUISI] Dari Puan untuk Tuan
ilustrasi pasangan (pexels.com/OĞUZHAN YAVUZ)

Senja kembali mengetuk jendela
Menyulam jingga di kaki semesta
Angin semilir menyentuh wajah sang puan
Kala menanti tuan pulang ke peraduan

Adakalanya sang puan merapuh
Terbenam dalam lautan tanya
Adakalanya sang puan menjelma riuh
Menggengam harap pada kata yang paling sederhana

Andai tuan sudi mengerti
Sambutlah ia meski hanya sesekali
Dekapmu adalah temaram yang menenangkan
Menghidupkan kembali nyala yang sempat padam

Lalu tataplah dengan saksama
Bagaimana lekuk bibirnya merekah
Sorot sendu yang semula layu
Kini berpendar, bersemi malu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sujud yang Lebih Dalam

28 Feb 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction