Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Ruang yang Dirampas

[PUISI] Ruang yang Dirampas
ilustrasi seorang wanita yang berada di ruang gelap (pexels.com/cottonbro studio)

Ada ruang yang seharusnya aman
Tempat belajar, tumbuh, dan bermimpi
Namun retak oleh sesuatu yang tak terlihat
Mengubah hangat menjadi dingin

Langit yang dulu terasa luas
Kini menyempit dalam ketakutan
Setiap sudut menyimpan tanya
Apakah dunia masih berpihak?

Tak ada kata yang cukup menjelaskan
Betapa berat menanggung sunyi ini
Ketika suara ingin berteriak
Namun hanya gema yang kembali

Dan di antara reruntuhan rasa itu
Harapan mencoba berdiri pelan
Meski tertatih dan penuh ragu
Ia tetap ingin percaya pada esok

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Siap, Sungguh, Tahu

08 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction