Diriku tumbuh
bukan di tanah yang subur,
melainkan di sela-sela yang hampir hancur
Kuajarkan akar untuk mencengkeram kuat
agar tubuhku tetap kokoh karena terikat
Kuajarkan daun untuk tumbuh lebat
agar tubuhku tak goyah saat badai hebat

Aku menyimpan lelah
di dalam lingkar batangku,
yang semakin terlihat satu per satu
meski tak semua orang tahu itu
Mereka mungkin melihatku rindang,
tapi tak pernah melihat berapa kali aku hampir tumbang

Ada beberapa musim yang meminta kehilangan
Lalu, kubiarkan segala hal berguguran
Ada beberapa musim yang menggantikan itu
Lalu, kuterima lagi apa pun yang memelukku

Hari ke hari, kutunggu bungaku tumbuh
Hari ke hari, kutunggu buahku penuh
Hari ke hari, tetap kuberi teduh
meski musim belum memberi apa pun
Di antara retak, aku tak mengelak
Di antara retak, aku tetap tumbuh tanpa menggertak