Bayangmu tampak sunyi, berhadapan dengan senja yang oranye
Bibirku melukis namamu, dari kejauhan sini, apakah kau dengar?
Atau kau pura-pura tak tahu aku memanggilmu?
Di antara puan dan tuan yang berlalu lalang
Mereka pun bersiluet di hadapan senja.
Sama seperti aku, sama seperti kita.
Kamu tampak sunyi, menatap senja oranye.
Kita tampak semu, di hadapan senja oranye.
Ombak menyisiri pasir pantai dengan lembut,
Kemudianku menengadah kepala
Nanku tinggalkanmu sendiri, yang sadar akan kepergianku.
Apakah kamu benar-benar nyata? Atau sekadar siluet dari senja.
Apakah kita benar-benar ada? Atau sekadar romansa semu di antara bisingnya senja?
![[PUISI] Di Antara Senja](https://image.idntimes.com/post/20260918/pexels-ayushs120-32722362_7c6c74c8-dc39-43c4-a7c1-964c7c13a312.jpg)