Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] DI Negeri Prasangka
ilustrasi seorang gadis (pexels.com/Chuot Anhls)

Kata-kata mengetuk pelan
Namun pintu itu membisu
Sebab di dalam sana
Keyakinan telah bersemayam

Kami membawa cahaya
Ia memilih bayangannya
Kami membawa jawaban
Ia memeluk prasangkanya

Ada sesat yang tenang
Ada salah yang dipercaya
Dan yang paling berbahaya
Adalah keliru yang dipertahankan

Maka diam pun belajar
Saat nasihat kehilangan arah
Sebab kebenaran menunggu
Hingga hati bersedia membuka

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team