Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Dompet Renta Ayah
Ilustrasi dompet tua (pexels.com/Ahsanjaya)

Setiap lembar uang yang keluar dari dompet,

tersenyum menatapku seolah jiwa ini harapan.

Namun diri ini hanyalah penguras isi dompet,

yang saat kecil belum tahu arti balas budi.

Namun, kala besar keadaan menghantam hebat.

Serpihan harapan tercecer tak beraturan.

Satu persatu asa terkubur realita.

Bukan kurang usaha, namun kegagalan selalu menempa.

Setiap kali menatap dompet tua itu,

Ingatan ini terbang melayang,

ayah tak pernah takut lapar.

Peluh perjuangan tak pernah dikeluhkan.

Hanya wujud nyata dan lembaran uang

yang tersenyum mengajakku balas budi.

Namun impian tak tumbuh dalam sehari.

Karena dunia begitu keras pada yang menyerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team