Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Giliranku untuk Patah
ilustrasi bunga mawar (unsplash.com/Jakob Rosen)

Aku tak pernah menduga
Bahwa kisah kita berujung luka
Sebab semua terlalu indah untuk terlupa
Sekaligus terlalu manis untuk direka

Bersamamu aku mengira bahagia akan datang
Dalam ikatan hati tanpa lekang
Yang buat gemuruh menghilang
Yang buat resah melapang

Di sela udara yang mengintai pagi itu
Kau datang untuk pamit padaku
Tinggalkan kisah yang telah kita rajut
Sisakan puing-puing lara yang terpagut

Kini aku sadar
Giliranku untuk patah telah tiba
Dan barisan rindu itu makin tak terdengar
Darimu yang masih sangat kupuja

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎