Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Gurun dan Hujan

[PUISI] Gurun dan Hujan
ilustrasi gurun pasir (pexels.com/RDNE Stock project)

Terhampar sendirian diatas tanah retak
Menanti basah dari langit yang lupa
Segala langkah terasa gemetar
Di bawah matahari yang tak tahu belas kasih

Aku pernah mencintai layaknya hujan
Lembut, sabar, dan penuh harapan
Namun jatuhku sia-sia
Saat kau hanya menjadi gurun

Gurun tak butuh hujan
Ia mencintai kering dan kehampaan
Tetes air yang jatuh tidak berarti
Meski itu merupakan bentuk ketulusanku

Kini aku memiliki dua pilihan
Apakah harus terus jatuh
Atau menutup hatiku dibalik awan
Menjaga diri untuk tak jatuh di tanah yang salah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Theodore Siagian
EditorTheodore Siagian
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perlombaan Tanpa Garis Finis

16 Apr 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction