Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jangan Tanyakan

[PUISI] Jangan Tanyakan
ilustrasi siluet senja (pexels.com/Meshack Emmanuel Kazanshyi)

Di waktu ketika seolah mati rasa
Saat siapa tak lagi merengkuh hampa
Aku berhenti bertanya mengapa
Pada apa-apa yang terlihat dengan atau tanpa sapa

Maka, kuharap kau begitu juga
Berhenti untuk bertanya tiba-tiba
Mengapa hujanku jatuh tanpa suara
Mengapa langkahku terasa jauh
Mengapa malamku dingin menusuk kalbu
Dan mengapa-mengapa lainnya yang terdengar pilu
Dengan tatapan yang seolah tertuju
Pada sosok yang merengek dan meminta rindu

Sungguh, aku tak butuh kata yang rapuh
Aku tak mendamba tanya yang membisu
Aku baik dengan segala prosesku

Berhentilah untuk bertanya tiba-tiba
Padaku yang mencari makna
Karena tanya perihalku tak ada jawabnya
Cukup hening dan jejak-jejak
Yang kubiarkan terserak

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Dirampas

16 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction