Keheningan yang tercipta
berasal dari butiran ketiadaan
menyatakan kesanggupan
terhadap yang sebenarnya
terlalu fana untuk diraih
Kita terlalu banyak berandai
menyatakan ingin bergumam
sekali lagi, dua kali, seterusnya
seolah selamanya akan abadi
padahal jam waktu berputar
Terbaringlah di malam hari
sembari menatap sang langit
lihat, kerlipannya mengedip
memberi harap tiada dinding
akankah gapai itu akhirnya tiba
![[PUISI] Kerlipan Malam Fana](https://image.idntimes.com/post/20260825/pexels-lucien-schreiber-2148200512-31430642_ddb3b27e-67a9-4391-839f-ba5380fa2a05.jpg)