Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Kerlipan Malam Fana
Ilustrasi Puisi Kerlipan Malam Fana (pexels.com/Lucien Schreiber)
  • Puisi menggambarkan keheningan yang lahir dari ketiadaan dan kesanggupan menghadapi sesuatu yang terasa terlalu fana untuk diraih.
  • Tokoh lirik menyoroti kebiasaan manusia berandai-andai serta menganggap waktu akan abadi, padahal jam terus berputar.
  • Di malam hari, kerlip bintang di langit dipandang sebagai harapan tanpa batas, sambil mempertanyakan apakah impian akhirnya dapat digapai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keheningan yang tercipta
berasal dari butiran ketiadaan
menyatakan kesanggupan
terhadap yang sebenarnya
terlalu fana untuk diraih

Kita terlalu banyak berandai
menyatakan ingin bergumam
sekali lagi, dua kali, seterusnya
seolah selamanya akan abadi
padahal jam waktu berputar

Terbaringlah di malam hari
sembari menatap sang langit
lihat, kerlipannya mengedip
memberi harap tiada dinding
akankah gapai itu akhirnya tiba

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team