Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Mengapa Kami Harus Menjadi Normal?

[PUISI] Mengapa Kami Harus Menjadi Normal?
ilustrasi orang bersedih (pexels.com/Engin Akyurt)
Share Article

Siapa yang menentukan manusia itu normal?
Mengapa kami harus menjadi normal?
Mengapa perempuan harus menjadi berguna?
Mengapa kami perlu menjadi normal di dunia yang tak pernah bertanya?

Mereka kerangkeng tubuh kami dengan doktrin dan stigma
Memaksa pikiran untuk tunduk pada ekspektasi
Jika tak ikut menari dalam ritme norma yang kaku
Kami dicap gila, cacat, dan tak laku

Perempuan direduksi sebagai pelayan dan alat penjamin keturunan
Kalau tak berguna bagi suami dan masyarakat
Kami dianggap tak bermartabat dan tak layak

Dunia ramah bagi perempuan, katanya
Tapi, kami terlalu murah untuk dibeli hanya dengan lidah
Dunia menjamin kebebasan, katanya
Tapi, kebebasan tak pernah tumbuh dari patuh yang dipaksa

Mengapa kami harus menjadi normal?
Mengapa kami perlu mengubur warna sendiri?

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team