Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Hari Hujan Terakhir

[PUISI] Hari Hujan Terakhir
Ilustrasi hujan (pexels.com/Berke Bayur)
Share Article

Katanya kita mudah mengadu

tentang apa yang terjadi kemarin

hari ini, dan hari seterusnya

pada mereka yang tercinta

sebab mereka bagai peneduh

Maka di hari hujan ke ratusan kali

kita bertemu di pendopo megah

sembari bercengkerama teduh

menikmati hembusan sepoi angin

dan jarak yang hanya sejengkal

Kita seringkali begitu serakah

mengira semua akan selamanya

maka di suatu hari hujan biasa

kita tertawa bersama, sewajarnya

tanpa tahu itu jadi yang terakhir

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team