Laut teduh itu aku hanya berharap bisa sampai pada pelabuhannya. Menyeberangi luasnya samudra dengan perahu sederhana yang kupunya, bersama sisa-sisa makanan yang menemaniku dalam perjalanan.
Angin laut telah berkali-kali memberikan peringatan. Desau lembutnya, bahkan gelegar badai yang dikirimkannya, berusaha membangunkanku dari keterlenaan. Namun, dengan kesadaranku yang perlahan memudar, aku tetap tenggelam dalam laut yang tenang itu.
Aku teringat bagaimana setiap riak di permukaan air seolah menyimpan rahasia. Di bawahnya, ada kedalaman yang tak terukur, seolah menggambarkan rasa yang kubawa berat, tapi tak pernah ingin kuletakkan.
Apakah aku terlalu berani, atau justru terlalu bodoh, karena terus berlayar tanpa tahu apakah pelabuhan itu benar-benar ada?
![[PUISI] Laut yang Menyembunyikan Pelabuhan](https://image.idntimes.com/post/20260611/whatsapp-image-2026-06-11-at-10_44f971b1-305b-4516-b107-eab28af72c97.jpeg)