Pada siaran televisi tak bakal kau saksikan
Fasisme merajalela di kota-kota besar
Satu per satu rakyat dihabisi
Hingga nyawa dianggap sabung ayam
Bersisa senyap dari tontonan
Kudengar dari mulut seorang kawan
Toh hari-hari mencari nafkah sendiri-sendiri
Tak jauh beda dengan tahun-tahun belakang
Buat apa meributkan pemerintah
Yang tak pernah muncul keberpihakan?
Dan di lingkunganku orang-orang tua
Salahkan demonstran berpeluh darah
Oleh sebab hidup yang memang sudah susah
Buat apa memberontak atas kehadiran hantu lama
Yang dari dulu juga tak pernah sungguh musnah?
Ada juga media sosial kutengok kembali
Pendengung yang masih bebal dan bangga
Makin diladeni makin kesenangan dia
Sengaja agar perlawanan terpecah
Sengaja agar transferan bertambah
Belum lagi para tikus yang berbalik arah
Pernah mengobral janji sampai mulut basah
Pernah mengumbar khayal tengik paling juita
Kini bungkam dan menghamba pada siapa
Selangkangan oligarki seenak itu rupanya?
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Lebih Lucu dari Dagelan
![[PUISI] Lebih Lucu dari Dagelan](https://image.idntimes.com/post/20250323/pexels-donghuangmingde-2251206-1b4e556639de0077eebcd37f0da87365-dc634cf0b0dd54b050c402f46699f9aa.jpg)
ilustrasi televisi (pexels.com/Huỳnh Đạt)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Sajak Monstera31 Mar 2025, 06:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur08 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mencari Warna di Antara Abstraksi08 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Merawat Kata Setelah Luka07 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Melodi dalam Potret Lembayung07 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Kau Pantas Tepuk Tangan07 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menjaga Diri dari Rasa Kecewa07 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jendela yang Tak Pernah Menutup Langit06 Agu 2026, 21:47 WIB
[PUISI] Pertemuan di Persimpangan06 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Lama06 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Seuntai Doa di Samping Ranjangmu06 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Petir di Langit Surga06 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Yang Lebih Megah dari Harta05 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Sayup-sayup Doa05 Agu 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Pengawal Sang Saka05 Agu 2026, 12:57 WIB
[PUISI] Bertopeng Kepalsuan05 Agu 2026, 12:48 WIB
[PUISI] Saat Harapan Kehilangan Warna05 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengeja Perempuan05 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Senandung untuk Sahabat04 Agu 2026, 21:17 WIB