Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Lengkungan Lengan Malam

[PUISI] Lengkungan Lengan Malam
ilustrasi lengan malam (pexels.com/Marea Pante)
Share Article

Merayu malam lengkungkan lengannya,
memeluk dan mendamaikan nurani,
sementara rembulan meneteskan cahaya
ke pelupuk sunyi yang letih menanti.

Aku memengarkan desir angin tua,
yang berkelana dari abad ke abad,
membawa kabar tentang hati manusia
yang selalu tumbuh bersama kehilangan.

Di bawah langit yang menghitam samar,
doa-doa menjelma burung-burung camar,
terbang rendah di atas kenangan,
lalu hinggap di dada yang gemetar.

Tanyamu perlahan berjatuhan,
bagai daun-daun renta di pelataran musim,
tak selalu meminta jawaban,
kadang hanya ingin dipungut oleh keheningan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Dihapus sebelum Sempat Dikenal

04 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More
[PUISI] Air Mata Terakhir

[PUISI] Air Mata Terakhir

10 Jul 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kabar Mereka

[PUISI] Kabar Mereka

09 Jul 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Tanpa Jiwa

[PUISI] Tanpa Jiwa

09 Jul 2026, 17:38 WIBFiction
[PUISI] Laskar Matahari

[PUISI] Laskar Matahari

09 Jul 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Dirundung Dahaga

[PUISI] Dirundung Dahaga

08 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Percaya Pada Rasa

[PUISI] Percaya Pada Rasa

07 Jul 2026, 21:27 WIBFiction