Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lentera di Dalam Dada

[PUISI] Lentera di Dalam Dada
ilustrasi lentera lampu di atas meja (pexels.com/Ahmed Aqtai)

Ramadan menyalakan lentera kecil
Bukan di langit, tapi di dada
Cahayanya tidak menyilaukan
Namun cukup menuntun langkah

Lapar menjadi guru yang sabar
Mengajarkan arti cukup
Haus menyentuh tenggorokan
Agar doa terasa utuh

Siang berjalan perlahan
Seperti tasbih yang dihitung sunyi
Setiap detik menajamkan niat
Menempa hati yang goyah

Saat azan mekar di udara
Lentera itu makin terang
Keteguhan tak lagi kata-kata
Melainkan cahaya yang tinggal

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rindu yang Tidak Meminta Kembali

14 Apr 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction