Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Manusia yang Sengaja Meluntur

[PUISI] Manusia yang Sengaja Meluntur
Ilustrasi orang yang berdiri di lapangan (unsplash.com/meriç tuna)
Share Article

Kadang aku ingin menjadi warna paling samar
Yang menempel di udara tanpa pernah ditanya namanya
Biarlah dunia lewat seperti arus sungai malas
Tanpa perlu mengingat aku pernah berdiri di tepinya

Aku ingin menjadi langkah yang tak meninggalkan debu
Agar dunia tak repot mencari tahu ke mana aku pergi
Menjadi sunyi yang tidak diukur siapa pun
Hanya hadir sebentar lalu hilang seperti isyarat kecil

Biarkan aku menguap seperti kabut tipis
Yang tak dianggap penting namun tetap menyentuh rerumputan
Karena kebebasan paling indah
Adalah ketika tak ada mata yang menagih penjelasan

Jika akhirnya aku lenyap dari ingatan siapa pun
Itu bukan kesedihan, tapi anugerah paling lembut
Aku dilahirkan kembali sebagai manusia biasa
Tanpa beban menjadi siapa-siapa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Bergelantung di Seutas Asas

16 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Tuntutan Zaman

[PUISI] Tuntutan Zaman

14 Jun 2026, 23:48 WIBFiction
[PUISI] DIa yang menghatui

[PUISI] DIa yang menghatui

14 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gigi Bungsu

[PUISI] Gigi Bungsu

14 Jun 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Sehelai Daun Maple

[PUISI] Sehelai Daun Maple

13 Jun 2026, 21:07 WIBFiction