Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah
ilustrasi sendirian (pexels.com/Vlad Bagacian)

Kukira langkahmu datang menetap,
Membawa terang ketika gelap.
Ternyata hanya singgah sekejap,
Lalu pergi tanpa sempat kuucap.

Kukira teduhmu adalah tujuan,
Tempat segala resah menemukan pelukan.
Namun, aku salah membaca perjalanan,
Kau sekadar jeda, bukan kepulangan.

Telanjur kutanam banyak percaya,
Pada pintu yang kukira terbuka selamanya.
Saat kau pergi tanpa banyak kata,
Barulah kupahami arti sementara.

Kini, tak lagi kusebut kau rumah,
Meski kenangan belum seluruhnya punah.
Ada yang memang hadir untuk singgah,
Mengajari hati cara melepas tanpa marah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎