Engkau telah tahu sebelum aku meminta
Tak satu pun harap luput dari-Mu.
Lalu mengapa doa tetap diucapkan?
Barangkali agar aku lebih mengenal diri.
Bibir ini mudah menyebut banyak keinginan.
Hatiku sering kali keliru memilih tujuan.
Kuminta rezeki untuk memenuhi seluruh hidup.
Padahal, yang kurang hanyalah rasa tenang.
Kuminta sabar menghadapi setiap badai.
Padahal, yang kubutuhkan adalah hati yang ikhlas.
Doa tak mengubah pengetahuan Tuhan.
Doa mengubah caraku memahami harapan.
![[PUISI] Mengucap Doa dengan Logika](https://image.idntimes.com/post/20260627/pexels-valeriiamiller-17884395_729379d1-5099-4eae-aeac-cccd169e7b6b.jpg)