Memainkan bidak-bidak nasib
Jemari lihai menjahit kabut
Kejujuran terlipat
Menjadi perahu kertas sengaja ditenggelamkan

Barangkali kemenangan bersorak
Meminjam warna dari hujan
Lenyap sebelum sempat dipeluk bumi

Kala tepuk tangan redam
Di hadapan nurani sirna
Menjelma hakim tanpa palu
Angkuh sedang menjamu