Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mengucap Doa dengan Logika

[PUISI] Mengucap Doa dengan Logika
ilustrasi fokus pada perasaan (pexels.com/Valeriia Miller)
Share Article

Engkau telah tahu sebelum aku meminta
Tak satu pun harap luput dari-Mu.
Lalu mengapa doa tetap diucapkan?
Barangkali agar aku lebih mengenal diri.

Bibir ini mudah menyebut banyak keinginan.
Hatiku sering kali keliru memilih tujuan.
Kuminta rezeki untuk memenuhi seluruh hidup.
Padahal, yang kurang hanyalah rasa tenang.

Kuminta sabar menghadapi setiap badai.
Padahal, yang kubutuhkan adalah hati yang ikhlas.
Doa tak mengubah pengetahuan Tuhan.
Doa mengubah caraku memahami harapan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pemain Curang

[PUISI] Pemain Curang

30 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lambang Buram

[PUISI] Lambang Buram

29 Jun 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Cerita dari Bahari

[PUISI] Cerita dari Bahari

29 Jun 2026, 05:25 WIBFiction