Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Mengucap Doa dengan Logika

[PUISI] Mengucap Doa dengan Logika
ilustrasi fokus pada perasaan (pexels.com/Valeriia Miller)
Share Article

Engkau telah tahu sebelum aku meminta
Tak satu pun harap luput dari-Mu.
Lalu mengapa doa tetap diucapkan?
Barangkali agar aku lebih mengenal diri.

Bibir ini mudah menyebut banyak keinginan.
Hatiku sering kali keliru memilih tujuan.
Kuminta rezeki untuk memenuhi seluruh hidup.
Padahal, yang kurang hanyalah rasa tenang.

Kuminta sabar menghadapi setiap badai.
Padahal, yang kubutuhkan adalah hati yang ikhlas.
Doa tak mengubah pengetahuan Tuhan.
Doa mengubah caraku memahami harapan.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team