Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Ketika Harapan Masih Bernapas

[PUISI] Ketika Harapan Masih Bernapas
Ilustrasi pria berdiri sendirian (pexels.com/Ferdous Hasan)
Share Article

Ada hari-hari
ketika langkah terasa berat,
ketika dunia seakan lupa
memberi ruang untuk bernapas.

Ada malam-malam
saat doa hanya berupa air mata,
jatuh diam-diam
tanpa sempat diucapkan.

Namun harapan
selalu punya cara untuk hidup—
kecil,
tapi tak pernah benar-benar padam.

Ia tumbuh
dari sabar yang tak terlihat,
dari hati yang berkali-kali retak
namun memilih utuh kembali.

Dan aku percaya,
setelah gelap yang panjang,
akan ada pagi
yang datang membawa terang.

Sebab tak selamanya luka tinggal,
tak selamanya badai menetap.
Pada waktunya,
langit pun belajar cerah kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Ketika Harapan Masih Bernapas

01 Jul 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pemain Curang

[PUISI] Pemain Curang

30 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lambang Buram

[PUISI] Lambang Buram

29 Jun 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Cerita dari Bahari

[PUISI] Cerita dari Bahari

29 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Rumah yang Salah

[PUISI] Rumah yang Salah

28 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction