Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Meteor Pembawa Pesan

[PUISI] Meteor Pembawa Pesan
ilustrasi meteor jatuh (magnific.com/freepik)
Share Article

Langit merekah bagai mawar yang siap dipetik
Melepaskan serbuk sari ke lautan dunia
Hawanya terasa canggung dan menggelitik
Mengitari kepalaku bersama ragam tanya

Apakah waktu telah layu?
Sehingga benih baru harus ditanam di lahan gambut
Apakah kita telah uzur?
Menua dan membusuk tak lagi sesuai fungsi utuh

Siklus semesta adalah sebuah misteri
Transisi rancu antara titik awal dan akhir
Ke mana kita akan dibawa debu kosmik
Semua teka-teki liar meracau tanpa orbit

Saat sang atmosfer ringkih tertembus
Kedua tangan hanya bisa berpangku
Kepala yang keras luluh diam tertunduk
Hati menerima jika tak semua harap harus bersambut

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team