Pada kanvas sunyi, kutitipkan nestapa
Di antara reruntuhan mimpi yang menjelma
Kusulam perih dengan benang air mata
Berharap esok tak rasakan derita serupa
Telah kukubur segala yang membara
Di palung waktu yang kehilangan suara
Namun takdir datang membawa lara
Menggoreskan sembilu di dada yang nyaris terlupa
Luka lama belum genap menjadi sejarah
Namun luka baru telah menorehkan amarah
Di relung jiwa yang kian kehilangan arah
Kutitipkan segala pilu kepada malam yang pasrah
![[PUISI] Mengukir Luka Baru](https://image.idntimes.com/post/20261012/img_8783_9950afd2-acb8-442d-8807-d9faf40c0867.jpeg)