Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Mengukir Luka Baru
ilustrasi airmata kesedihan (pexels.com/Marie-Ève Beaulieu)

Pada kanvas sunyi, kutitipkan nestapa
Di antara reruntuhan mimpi yang menjelma
Kusulam perih dengan benang air mata
Berharap esok tak rasakan derita serupa

Telah kukubur segala yang membara
Di palung waktu yang kehilangan suara
Namun takdir datang membawa lara
Menggoreskan sembilu di dada yang nyaris terlupa

Luka lama belum genap menjadi sejarah
Namun luka baru telah menorehkan amarah
Di relung jiwa yang kian kehilangan arah
Kutitipkan segala pilu kepada malam yang pasrah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy