Katanya,
menjadi manusia
adalah tentang menjadi kuat
dan tetap bertahan.
Maka aku tumbuh
dengan menyembunyikan tangis
di sudut paling gelap,
menelan kecewa,
dan tetap tersenyum,
meski hati
tak selalu baik-baik saja.
Hingga waktu mengajariku,
bahwa menjadi manusia
bukan berarti tak boleh rapuh
atau merasa putus asa.
Sebab hujan
tak pernah meminta maaf
karena telah jatuh.
Begitu pula air mata,
ia hadir
agar hati belajar pulih
dan melepaskan sesak.
Aku tak harus sempurna
untuk pantas dicintai.
Tak harus selalu menang
untuk disebut berhasil,
atau menjadi kebanggaan.
Cukup menjadi seseorang
yang tetap memilih jujur,
meski dunia
mengajarkan kepura-puraan.
Tetap memilih menjadi baik,
meski kebaikan
tak selalu mendapat
balasan yang setimpal.
Karena pada akhirnya,
menjadi manusia
bukan tentang
siapa yang paling tinggi berdiri,
melainkan tentang
siapa yang tetap memiliki
hati dan empati,
meski berkali-kali
disakiti oleh kehidupan.
![[PUISI] Menjadi Manusia](https://image.idntimes.com/post/20260706/pexels-branimir-klaric-105197597-9542388_d3fc228d-8b44-471c-92be-b422f645ac7e.jpg)