kesepian hadir bagai kutukan malam-malam panjang
yang muncul di atas jam sepuluh hingga menjelang pagi
ia bergumul bersama pikiran-pikiran kacau yang meminta dininabobokan
tapi, nyatanya ia terus berdansa sampai pagi tanpa tahu diri
tak apa! biarkan saja ia di sana
berpesta sambil berdansa dan mengecupi puisi-puisi purba
atau mencoba merangkai huruf-huruf yang baru saja tiba
barangkali salah satunya bisa membawa bahagia
meski entah siapa pemenangnya—puisi purba atau huruf yang baru tiba
maka, biarkan saja!
biarkan kurayakan kesepian ini setiap hari
kesepian yang bagai rel panjang tanpa ujung
bagai jalan buntu yang tak bisa dibuat untuk putar kembali
biarkan saja! biarkanlah!
akan kunikmati dan kurayakan kesepian ini
yang sejak awal selalu setia menemani tanpa tapi
![[PUISI] Merayakan Kesepian](https://image.idntimes.com/post/20260914/1000281515_eccc9802-b7b8-4126-adee-1fd84685c6de.jpg)