Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Merayakan Kesepian
ilustrasi perempuan kesepian (pexels.com/Piotr Arnoldes)

kesepian hadir bagai kutukan malam-malam panjang
yang muncul di atas jam sepuluh hingga menjelang pagi
ia bergumul bersama pikiran-pikiran kacau yang meminta dininabobokan
tapi, nyatanya ia terus berdansa sampai pagi tanpa tahu diri

tak apa! biarkan saja ia di sana
berpesta sambil berdansa dan mengecupi puisi-puisi purba
atau mencoba merangkai huruf-huruf yang baru saja tiba
barangkali salah satunya bisa membawa bahagia
meski entah siapa pemenangnya—puisi purba atau huruf yang baru tiba

maka, biarkan saja!
biarkan kurayakan kesepian ini setiap hari
kesepian yang bagai rel panjang tanpa ujung
bagai jalan buntu yang tak bisa dibuat untuk putar kembali
biarkan saja! biarkanlah!
akan kunikmati dan kurayakan kesepian ini
yang sejak awal selalu setia menemani tanpa tapi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team