Di pelupuk fajar, embun mengeja luka
Aksara bening tak sempat dibaca matahari
Menjelma doa gugur
Persis langit belum selesai mengaminkan sunyi
Reranting bersujud
Menunduk tanpa angkuh
Biar angin merengkuh
Tasbih sedang bergemuruh
Langit menyulam mendung
dengan benang rindu rapuh
Sungguh, setiap nestapa itu embun
Tanpa suara berdengung
![[PUISI] Nestapa Embun](https://image.idntimes.com/post/20230827/pexels-neosiam-683198-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-2c20696ff0e37a643c3aacec68f8efaf.jpg)