Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Musim yang Kusebut Diriku

[PUISI] Musim yang Kusebut Diriku
ilustrasi daun yang basah di musim hujan (pexels.com/Peter Fazekas)
Share Article

Aku pernah menjadi hujan panjang
Membawa langit yang muram di dada
Lalu menjadi angin yang bingung
Mencari arah tanpa tujuan

Ada waktu ketika aku gugur
Seperti daun yang meninggalkan ranting
Merasa kehilangan banyak hal
Yang dulu kupikir akan selamanya

Namun hidup mengajarkanku pelan
Bahwa musim tidak tinggal selamanya
Bahkan pohon yang tampak kosong
Tetap menyimpan kehidupan di dalamnya

Kini aku menerima perubahan
Sebagai bagian dari perjalanan
Karena menjadi manusia
Adalah belajar berganti musim

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Hari Ini Akan Baik-baik Saja

27 Jun 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Lemah Tapi Kuat

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction