Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Musim yang Kusebut Diriku

[PUISI] Musim yang Kusebut Diriku
ilustrasi daun yang basah di musim hujan (pexels.com/Peter Fazekas)
Share Article

Aku pernah menjadi hujan panjang
Membawa langit yang muram di dada
Lalu menjadi angin yang bingung
Mencari arah tanpa tujuan

Ada waktu ketika aku gugur
Seperti daun yang meninggalkan ranting
Merasa kehilangan banyak hal
Yang dulu kupikir akan selamanya

Namun hidup mengajarkanku pelan
Bahwa musim tidak tinggal selamanya
Bahkan pohon yang tampak kosong
Tetap menyimpan kehidupan di dalamnya

Kini aku menerima perubahan
Sebagai bagian dari perjalanan
Karena menjadi manusia
Adalah belajar berganti musim

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team