Aku teringat memori sewaktu kecil
Naik bianglala, komedi putar
Merengek hanya karena arum manis
Dan lanjut berkeliling pasar malam
Saat itu,
Sepertinya aku sedang berada di puncak tertinggi
Dari atas kotak bianglala, samar-samar terlihat gemerlap lampu
Juga orang-orang yang merayap di tanah lapang
Aku ingat betul,
Malam itu, ayah, aku, dan ibu benar-benar merasa satu
Iya, waktu itu aku adalah segalanya
Aku pusat semesta ayah dan ibu
Aku tak lain ialah putri semata wayangnya
Menjadi satu-satunya, harta paling berharga milik keluarga
Seperti yang aku ceritakan di muka,
Itu hanyalah kilasan ingatan
Ayahku sekarang bertambah tua
Rambut ibu sudah banyak dipenuhi uban
Dan aku, sudah tidak lagi menjadi kesayangan
Kini aku menjadi yang pertama,
Aku memanggul beban seberat batu karang
Dua adikku, masih kecil-kecil
Mereka menjadi primadona baru
Sementara aku, kembali terhantam kenyataan
Menapaki langkah demi langkah
Mencari penghidupan
'Tuk bekal sekolah kedua saudara kandungku
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Pasar Malam
![[PUISI] Pasar Malam](https://image.idntimes.com/post/20220924/pexels-pixabay-247195-875bf25e14e68fece8cbc1b552312854-71cbea4f6bf8a412750d2bf03a38af3c.jpg)
ilustrasi seorang wanita menatap matahari terbenam (pexels.com/Pixabay)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Hasrat Kalbu23 Sep 2022, 21:04 WIB
Editorial Team
EditorBintan Rahayu Anisah
Related Article
[PUISI] Stasiun yang Selalu Ditinggalkan25 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menang atas Rasa Takutku25 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jejak Kaki di Pesisir Pantai24 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Rekayasa Bahagia24 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Gelas Kosong yang Terjeda24 Agu 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Sela Adab24 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Di Antara Luka dan Kemungkinan24 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Perahu Tanpa Pelabuhan23 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Ketika Tawa Tumbuh Tanpa Alasan23 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Nisan Kecil22 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Desah Rumput Kering22 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Liturgi22 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Hari Hujan Terakhir22 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ingatan yang Memilihmu21 Agu 2026, 20:48 WIB
[PUISI] Detik Warna21 Agu 2026, 16:47 WIB
[PUISI] Sekuntum Rindu Pertama21 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Hari yang Ikut Pulang20 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Musim yang Telah Berlalu20 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Kursi Kosong di Baris Terakhir20 Agu 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Maaf untuk Luka yang Bukan Salahmu20 Agu 2026, 05:25 WIB