Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Kursi Kosong di Baris Terakhir

[PUISI] Kursi Kosong di Baris Terakhir
ilustrasi kursi goyang di ruang yang kosong (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Satu kursi tetap tidak terisi
Di antara deretan yang mulai sunyi
Tak ada nama yang memanggilnya
Tak ada langkah yang menuju ke sana

Hari berganti tanpa bertanya
Debu perlahan menutupi permukaannya
Namun kekosongan punya cara sendiri
Untuk membuat sesuatu tetap dikenang

Di ruangan itu banyak suara
Tentang mimpi dan masa depan
Namun setiap tawa yang terdengar
Selalu menyisakan satu ruang hening

Kursi itu akhirnya menjadi tanda
Bahwa kehilangan tak selalu bersuara
Kadang ia hanya menyisakan tempat kosong
Yang tak pernah benar-benar bisa digantikan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team