Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Maaf untuk Luka yang Bukan Salahmu

[PUISI] Maaf untuk Luka yang Bukan Salahmu
Seseorang berjalan sendirian di pantai (pexels.com/Gioele Gatto)
Share Article

Kepada hati dan diri yang telah hancur,

sejak lama.

Terima kasih masih mencoba untuk bertahan.

Mencoba untuk menyembuhkan.

Dan berusaha percaya akan takdir yang Tuhan tetapkan.

 

Aku tahu semua itu tidak mudah,

tapi aku yakin kalau aku, kamu, dan kita

mampu bertahan dan melewatinya.

 

Tidak perlu terburu-buru untuk sembuh,

apalagi bangkit saat kondisi kita tidak memungkinkan.

Cukup beristirahat sejenak,

agar semua tekad dan tenaga kita kembali seutuhnya.

 

Sembuh bukan bicara soal waktu,

Bukan dilihat dari seberapa cepat atau lama,

bukan pula dari seberapa besar dan kecil luka itu tertanam.

Melainkan soal bentuk penerimaan,

pada hal yang telah meluluh lantakan jiwa.

 

Tidak perlu merasa iri,

Apalagi membandingkan dengan orang lain.

Karena kita semua memiliki sakit dan hancur yang berbeda

Bahak bentuk penyembuhan dan waktunya tentu akan berbeda.

 

Cukup jalani bagianmu saja.

Memperbaiki apa yang perlu diperbaiki

Menyembuhkan sesuatu yang memang perlu disembuhkan.

Dan mencoba menerima hal-hal yang tidak bisa diubah.

 

Aku hanya ingin bilang maaf.

Maaf jika kamu terluka dan hancur begitu hebat

karena ulah orang lain.

Kamu hebat karena tetap bertahan

dengan segala luka yang kamu miliki.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team