Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Pengagum Layar Kaca
Ilustrasi bermain handphone. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seringkali aku kira bahagia harus datang
dari hal-hal yang dapat tersentuh.

Padahal kadang,
ia muncul dari seseorang
yang bahkan tak pernah tahu namaku.

Hanya lewat layar kaca,
ia singgah sebentar di sela hari-hari yang kusut,
dan entah bagaimana ada yang kembali menyala.

Kesedihan memang tidak benar-benar pergi,
tetapi sejenak ia belajar duduk lebih tenang.

Aku ikut bersorak dari kejauhan,
menghafal kabar-kabar kecil,
menaruh dukungan pada hidup
yang tak pernah bersinggungan dengan hidupku sendiri.

Barangkali memang begitu.
Seseorang yang tak pernah kita temui
tetap dapat meninggalkan terang
di bagian-bagian yang nyaris padam.

Sehingga pada hari-hari terburuk,
masih ada sebuah alasan bertahan 

setidaknya masih ada satu hal lagi
yang ingin ditunggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team