Seringkali aku kira bahagia harus datang
dari hal-hal yang dapat tersentuh.
Padahal kadang,
ia muncul dari seseorang
yang bahkan tak pernah tahu namaku.
Hanya lewat layar kaca,
ia singgah sebentar di sela hari-hari yang kusut,
dan entah bagaimana ada yang kembali menyala.
Kesedihan memang tidak benar-benar pergi,
tetapi sejenak ia belajar duduk lebih tenang.
Aku ikut bersorak dari kejauhan,
menghafal kabar-kabar kecil,
menaruh dukungan pada hidup
yang tak pernah bersinggungan dengan hidupku sendiri.
Barangkali memang begitu.
Seseorang yang tak pernah kita temui
tetap dapat meninggalkan terang
di bagian-bagian yang nyaris padam.
Sehingga pada hari-hari terburuk,
masih ada sebuah alasan bertahan
setidaknya masih ada satu hal lagi
yang ingin ditunggu.
![[PUISI] Pengagum Layar Kaca](https://image.idntimes.com/post/20260615/pexels-olly-3777552_6d41770c-dced-4c35-83f1-3813a756dc52.jpg)