Dahulu kau disekap
Suaramu acapkali senyap
Buah bibir orang lain harus kau serap
Gagasanmu harus kau dekap
Hei, perempuan tak lagi dalam kungkungan!
Langit tak selamanya gelap
Suara tak lagi sunyi senyap
Kaki ini tak hentinya berderap
Kini banyak tangan saling berdekapan
Hei, perempuan tak lagi dalam kungkungan!
Suara-suara itu makin nyaring
Tiap anak perempuan pergi menjaring ilmu
Tiap anak perempuan pergi merantau
Gagasan itu tak lagi pincang
Perempuan tak lagi dalam kungkungan!
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Perempuan Tak Lagi Dalam Kungkungan
![[PUISI] Perempuan Tak Lagi Dalam Kungkungan](https://image.idntimes.com/post/20170406/2-26938b21f23c40ae46bad76d89d1d6ca.jpg)
shutterstock.com
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorELLIA ERLIANI
Related Article
[PUISI] Memeluk Sesak26 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Negeri yang Kupanggil Pulang26 Agu 2026, 20:48 WIB
[PUISI] Kerlipan Malam Fana26 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Pohon yang Menolak Tumbang26 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Rumah Kosong26 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Panggung Pentas Pribadi25 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Mengapa Kami Harus Menjadi Normal?25 Agu 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Seribu Duka25 Agu 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Stasiun yang Selalu Ditinggalkan25 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menang atas Rasa Takutku25 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jejak Kaki di Pesisir Pantai24 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Rekayasa Bahagia24 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Gelas Kosong yang Terjeda24 Agu 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Sela Adab24 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Di Antara Luka dan Kemungkinan24 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Perahu Tanpa Pelabuhan23 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Ketika Tawa Tumbuh Tanpa Alasan23 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Nisan Kecil22 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Desah Rumput Kering22 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Liturgi22 Agu 2026, 07:07 WIB