Ombak datang menyapa bibir pantai,
membawa banyak kisah dari lautan yang luas.
Ia menghampiri, memecah sunyi,
lalu kembali tanpa pernah menjelaskan alasannya.
Tak ada yang benar-benar menetap di dunia.
Seperti ombak yang tak pernah berhenti bergerak,
setiap pertemuan menyimpan benih perpisahan,
dan setiap kebersamaan diam-diam belajar untuk melepaskan.
Konon, laut adalah tempat segala rahasia bersembunyi.
Ia menyimpan doa-doa yang tenggelam hingga ke dasar,
jejak langkah yang telah dihapus air,
serta nama-nama yang masih hidup di dalam ingatan.
Kadang kita ingin menggenggam semuanya,
namun ombak mengajarkan hal yang berbeda—
sebuah pelajaran sederhana yang sulit dilakukan.
Bahwa ada yang harus dilepas dengan ikhlas agar hati tetap utuh,
dan ada yang harus pergi agar kita memahami arti sabar dalam menunggu.
Maka ketika ombak kembali ke laut,
ia tak sedang meninggalkan pantai untuk selamanya.
Ia hanya sedang pulang,
membawa semua cerita yang tak sempat terucap,
dan menitipkan harapan bahwa setiap yang hilang dan pergi
akan menemukan jalannya untuk kembali,
meski bukan dalam bentuk yang sama seperti dahulu.
![[PUISI] Rahasia Ombak yang Pulang](https://image.idntimes.com/post/20260610/pexels-ebrart-p-748409988-18888940_d7dfaaf3-635c-495f-9b21-cb00c3e1d01c.jpg)