Sikut sana sikut sini dengan dasi
Yang keluar masuk silih berganti
Tetap bertahan lidah berpegangan
Memompa dopamin para penguasa
Selipkan syair retoris di telinganya
Mainkan eufemisme agar tak tersinggung
Beri penyedap sedikit bumbu hiperbola
Dan drama otokrasi kembali bergaung
Kadang target fiksi dipecut agar terjadi
Menikam alur arunika dan swastamita
Ditemani sinar rembulan sang penguntit
Kembali dengan lelah dan tatapan curiga
Hari-hari tanpa pembeda
Waktu hanya gelap dan terang
Tanggal merah masih lama
Lukislah rencana dari sekarang
![[PUISI] Rantai Kerah Metropolis](https://image.idntimes.com/post/20260626/designer-work-office_0d4c23bc-49f5-468c-bce9-57f586993565.jpg)