Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Restoran yang Pernah Ia Janjikan
ilustrasi restoran (unsplash.com/Jahanzeb Ahsan)

Kukumpulkan sisa tekad untuk melangkah
Memasuki pintu restoran ini
Tempat yang dulu hanya ada dalam janji
Sebuah perjamuan yang tak pernah ia penuhi

Aku memilih satu sudut sunyi
Menatap pelayan yang sibuk menata meja
Dan orang-orang dengan tawa yang rapi
Semuanya asing, punya dunia sendiri

Kuhela napas dalam-dalam
Akhirnya, aku menapakkan kaki di sini
Di tempat yang selalu ia ceritakan
Meski pada akhirnya, aku harus datang sendirian

Bukannya aku sengaja mengundang luka
Atau meratapi janji yang telah layu
Justru ini adalah pembuktian
Bahwa aku sudah utuh tanpa dirinya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team