Ada kursi yang tak lagi diduduki
Namun bayangannya masih setia menunggu
Seperti rumah yang kehilangan suara
Dindingnya menyimpan gema yang tak kembali
Pagi datang tanpa sapaan lama
Matahari terasa lebih pucat dari biasa
Seolah cahaya pun tahu
Ada nama yang tak lagi disebut di ruang ini
Aku berjalan di lorong kenangan
Menyentuh udara yang dulu hangat
Namun waktu seperti pintu tertutup
Menyisakan aku di sisi yang berbeda
Dan di tengah sunyi yang perlahan menetap
Aku belajar mengatur napas sendiri
Karena kehilangan bukan hanya tentang pergi
Tetapi tentang hidup yang harus terus berjalan
![[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi](https://image.idntimes.com/post/20260116/pexels-bruna-fossile-183845208-29707939_0c3d9340-e888-4d76-b521-c92cffe3d1bc.jpg)