Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Saat Mentari Menyapa
ilustrasi Matahari terbit (unsplash.com/sashasmelova)

Malam terasa panjang beberapa waktu terakhir
Langit seolah enggan berganti warna
Aku berjalan dengan banyak pertanyaan
Sementara arah masih bersembunyi di kejauhan

Lalu pagi datang tanpa tergesa
Cahaya merambat pelan di balik jendela
Tidak membawa jawaban untuk semuanya
Namun cukup untuk membangun harapan

Aku berdiri memandangi langit yang berubah
Menyadari bahwa gelap tidak tinggal selamanya
Ada waktu ketika terang memilih datang
Meski sebelumnya terasa begitu jauh

Saat Mentari menyapa wajahku pagi itu
Tidak semua keraguan langsung menghilang
Namun harapan menemukan tempatnya kembali
Dan hari terasa layak untuk dijalani sekali lagi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎