Malam terasa panjang beberapa waktu terakhir
Langit seolah enggan berganti warna
Aku berjalan dengan banyak pertanyaan
Sementara arah masih bersembunyi di kejauhan
Lalu pagi datang tanpa tergesa
Cahaya merambat pelan di balik jendela
Tidak membawa jawaban untuk semuanya
Namun cukup untuk membangun harapan
Aku berdiri memandangi langit yang berubah
Menyadari bahwa gelap tidak tinggal selamanya
Ada waktu ketika terang memilih datang
Meski sebelumnya terasa begitu jauh
Saat Mentari menyapa wajahku pagi itu
Tidak semua keraguan langsung menghilang
Namun harapan menemukan tempatnya kembali
Dan hari terasa layak untuk dijalani sekali lagi
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Saat Mentari Menyapa
![[PUISI] Saat Mentari Menyapa](https://image.idntimes.com/post/20260315/alexandra-smielova-1riyo_ypmx4-unsplash_49bde2a7-2a4d-4686-9891-7556437d5be1.jpg)
ilustrasi Matahari terbit (unsplash.com/sashasmelova)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha