Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sajadah Peninggalan Nenek
Ilustrasi sajadah (dok. pribadi/Julita Puspita)

Sajadah usang itu masih tergelar
Warnanya luntur dimakan usia
Tiap seratnya bercerita tentang sujud
Tentang dahi yang menempel basah oleh air mata

Ada bau wangi khas di sana
Bukan minyak, tapi akumulasi cinta
Dulu di atas sajadah ini, Nenek berlama-lama
Berbisik pada Tuhan, tentang anak cucunya

Kini aku bersimpuh di atasnya
Merasakan hangat yang tertinggal
Sajadah ini bak perahu usang
Yang tetap setia mengarungi lautan doa

Aku mewarisi selembar sajadah
Dan di dalamnya, seluruh cinta Nenek yang tak pernah mati
Ia adalah peta menuju surga
Yang digambar dengan tetes-tetes air mata

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎