Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Sajak di Balik Jendela

[PUISI] Sajak di Balik Jendela
ilustrasi sosok aku (pexels.com/diana smykova)

Aku adalah kalimat yang belum usai diketik,
beradu dengan deru mesin waktu dan cangkir kopi yang mendingin.
Di antara riuh tren yang datang dan pergi seperti musim,
ada suara yang mencoba tetap jernih: suaraku sendiri.

Bukan tentang siapa yang paling cepat sampai,
tapi tentang bagaimana aku merangkai makna pada setiap luka,
menenun harapan di antara benang-benang rindu yang usang,
dan menjadi rumah bagi diri sendiri saat dunia terasa asing.

Aku adalah pengelana di antara tumpukan diksi,
mencari kejujuran dalam setiap baris yang kutulis.
Tak perlu menjadi rembulan untuk menerangi malam,
cukup menjadi pelita kecil yang enggan padam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Sajak di Balik Jendela

24 Apr 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Paradoks

[PUISI] Paradoks

23 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kepada Perempuan

[PUISI] Kepada Perempuan

22 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Memetik Purnama

[PUISI] Memetik Purnama

21 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Malaikat Palsu

[PUISI] Malaikat Palsu

21 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bising Amoral

[PUISI] Bising Amoral

20 Apr 2026, 21:07 WIBFiction