Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Satu Nyawa di Sisiku

[PUISI] Satu Nyawa di Sisiku
ilustrasi seseorang sedang menatap kucing peliharaannya (pexels.com/Hải Nguyễn)

Aku menatap kucingku dalam diam,
rasanya hanya dia yang mengerti.
Entah apa yang ada di pikirannya,
namun aku sungguh takut ia pergi.

Ingatan itu datang kembali,
saat pertama kali kami bertemu.
Tubuhnya kecil, suaranya pun lirih,
binar matanya menyentuh hatiku.

Mungkin ikatan ini terlihat aneh,
bagi mereka yang tak pernah paham.
Tapi bagiku semua itu tak penting,
selama kau ada di tiap malam dan siang.

Kini badannya sudah mulai gemuk,
membuatku cemas saat ia tak di rumah.
Kadang ia tak mau lagi lama kupeluk,
Ingin bebas lari ke sana kemari.

Namun aku senang melihatnya sehat,
tumbuh besar menemani hari-hariku.
Akan kujaga kamu sekuat tenaga,
Kucing tersayang, teman setiaku.

Tapi bisakah kau berjanji satu hal?
Untuk terus tumbuh dan menemaniku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Perempuan

22 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Memetik Purnama

[PUISI] Memetik Purnama

21 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Malaikat Palsu

[PUISI] Malaikat Palsu

21 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bising Amoral

[PUISI] Bising Amoral

20 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menjadi Abadi

[PUISI] Menjadi Abadi

20 Apr 2026, 05:48 WIBFiction
[PUISI] Mengingat Kamu

[PUISI] Mengingat Kamu

19 Apr 2026, 11:25 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction