Langit dijahit benang tembaga
Bahu mimpi sedang kelelahan
Yang kokoh merengkuh, sekarang rapuh
Tercabik nyaris runtuh
Setiap bulunya doa
Sayapnya bukti perkasa
Mengeja cakrawala
Sekalipun rintih tak digubris
Makhluk itu dianggap idealis
Buktinya sedang menangis
Di atas tanah bengis
Menghadapi sang apatis
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sayap Itu Rapuh
![[PUISI] Sayap Itu Rapuh](https://image.idntimes.com/post/20240111/pexels-pixabay-357159-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-b162656a14f323ace0e18beb8f9a44c4.jpg)
ilustrasi burung terbang (pexels.com/Pixabay)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha