Bukan petir yang kaudengar dari bibirku
Hanya embun yang jatuh dari ranting-ranting sabar
Namun telingamu telah lama menghafal badai
Hingga setiap tetes kauanggap perang
Kau ingin aku menjadi layang-layang
Setia menari sejauh benangmu mengizinkan
Padahal angin diciptakan bukan untuk dipenjara
Melainkan mengajari langit arti melepaskan
Maka ketika kujahit sunyi dengan satu jawaban
Kau menyebut jarum itu sebagai belati
Bukan karena kata-kataku melukai
Melainkan benang di tanganmu tak lagi mengikatku
Kini biarlah aku menjadi sungai yang mengalir ke lautnya sendiri
Tak setiap arus lahir untuk membangkang tebing
Ada yang hanya sedang pulang kepada takdirnya
Tak semua bisa dimiliki
![[PUISI] Seni Menggenggam Air](https://image.idntimes.com/post/20260702/pexels-ryannielm-5610400_2fc0cd13-b7e1-4470-ab1f-276c4be3de00.jpg)