Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Seni Menggenggam Air

[PUISI] Seni Menggenggam Air
ilustrasi wanita di dalam air (pexels.com/Ryanniel Masucol)
Share Article

Bukan petir yang kaudengar dari bibirku
Hanya embun yang jatuh dari ranting-ranting sabar
Namun telingamu telah lama menghafal badai
Hingga setiap tetes kauanggap perang

Kau ingin aku menjadi layang-layang
Setia menari sejauh benangmu mengizinkan
Padahal angin diciptakan bukan untuk dipenjara
Melainkan mengajari langit arti melepaskan

Maka ketika kujahit sunyi dengan satu jawaban
Kau menyebut jarum itu sebagai belati
Bukan karena kata-kataku melukai
Melainkan benang di tanganmu tak lagi mengikatku

Kini biarlah aku menjadi sungai yang mengalir ke lautnya sendiri
Tak setiap arus lahir untuk membangkang tebing
Ada yang hanya sedang pulang kepada takdirnya
Tak semua bisa dimiliki

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction